Minggu, 28 Maret 2021

145 Orang Mendaftar sebagai Calon Hakim Agung


"Sebanyak 145 orang mendaftar sebagai hakim agung. Pendaftarannya kini telah ditutup dan bakal dilanjutkan dengan seleksi tahap berikutnya.



Jakarta- Komisi Yudisial (KY) resmi menutup penerimaan usulan calon hakim agung pada Jumat (26/3/2021) kemarin pukul 15.00 WIB. Sebanyak 145 orang terkonfirmasi telah mendaftarkan diri. "Sejak dibuka pada Senin (1/1/2021), KY sudah menerima 145 orang yang diusulkan untuk mengikuti seleksi calon hakim agung," kata Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Siti Nurdjanah, Sabtu (27/3/2021), dikutip dari Antara. 


Dari 145 pendaftar tersebut, sebanyak 82 orang berasal dari jalur karier sedangkan sisanya dari jalur non-karier. "Berdasarkan jenis kelamin, dari 145 orang terdiri atas 117 orang laki-laki dan 28 orang perempuan," ujar Nurdjanah. 


Sedangkan berdasarkan jenis kamar yang dipilih, 47 orang memilih kamar perdata, 82 memilih kamar pidana, 12 orang memilih kamar tata usaha negara, dan 4 orang memilih kamar militer. 


"Berdasarkan latar belakang pendidikan, 8 orang sarjana (S1), 56 orang magister (S2) dan 81 orang bergelar doktor (S3)," tutur Nurdjanah. Dari profesi pendaftar, sebanyak 82 orang merupakan hakim, 26 orang akademisi, 17 orang pengacara, dan profesi lainnya berjumlah 20 orang. 


Nurdjanah berharap calon hakim agung yang terpilih adalah yang terbaik. Mereka harus memiliki integritas, kapasitas, dan kenegarawanan untuk mewujudkan peradilan yang bersih dan bermartabat. KY memang bertugas mengusulkan nama-nama calon hakim agung ke DPR RI. DPR-lah yang akan mengajukan nama terpilih ke Presiden untuk ditetapkan. 


Setelah ini para calon akan memasuki tahap berikutnya, yaitu seleksi administrasi. Kemudian seleksi kualitas pada 14-16 April, lalu seleksi kesehatan dan kepribadian pada 6 Mei-30 Juli, wawancara 3-6 Agustus, dan terakhir pengusulan ke DPR untuk uji kelayakan dan kepatutan pada 9 Agustus. 


Berdasarkan surat Wakil Ketua MA Bidang Nonyudisial Nomor 7/WKMA-NY/SB/2/2021, MA membutuhkan 13 hakim agung, terdiri dari dua orang untuk kamar perdata, delapan kamar pidana, satu kamar militer, dua kamar tata usaha negara khusus pajak. Baca juga: Calon Hakim Agung Diduga Plagiat, Komisi III Hentikan Seleksi KY Serahkan 6 Nama Calon Hakim Agung ke DPR Baca juga artikel terkait CALON HAKIM AGUNG atau tulisan menarik lainnya (tirto.id - Hukum) Sumber: Antara


Minggu, 21 Maret 2021

Satu jam bersama ketua PWRI BOGOR RAYA Tentang Gerakan Menanam Satu Juta Pohon



Bogor, PANUS = Kami dari media Padjadjaran Nusantara, tertarik dengan dengan bender "Gerakan Tanam Sejuta Pohon, yang dipasang di kantor DPC PWRI Bogor Raya, Alhamdulillah saat kami masuk ke Kantornya,Ketua PWRI (Rohmat Selamat,S.H,MKn) menyambut dengan hangat dan mempersilahkan masuk keruangan nya.Senin (22/03/21)


Kasdi Weno Padjadjaran Nusantara : Ketua,Apa Manfaatnya sehingga ketua Mendeklarasikan "Gerakan Menanam Satu Juta Pohon?


Rohmat Selamat : Pohon dapat Memelihara Tanah dan Menjaga Bumi Tetap Dingin Pohon punya cara lain untuk mengalahkan panas dengan menyerap CO2 yang memicu pemanasan global.


Tumbuhan selalu membutuhkan sejumlah CO2 untuk fotosintesis, tetapi udara di bumi sekarang begitu pekat dengan emisi ekstra sehingga hutan melawan pemanasan global hanya dengan bernapas. CO2 disimpan dalam kayu, daun dan tanah, seringkali selama berabad-abad.


Selain menahan tanah pada tempatnya, hutan juga dapat menggunakan fitoremediasi untuk membersihkan polutan tertentu. Pohon dapat mengeluarkan racun atau menurunkannya menjadi kurang berbahaya. Ini adalah keterampilan yang berguna, membiarkan pohon menyerap luapan limbah, tumpahan pinggir jalan atau limpasan yang terkontaminasi.


Kasdi Weno : Sejauh mana Pohon/Hutan berpengaruh terhadap Kesehatan?

Rohmat : Pohon Sebagai Penyerap Karbon,Hutan dapat membersihkan polusi udara dalam skala yang jauh lebih besar, dan bukan hanya CO2. 

Pohon menyerap berbagai polutan di udara, termasuk karbon monoksida, sulfur dioksida,Pohon juga bisa menjadi penghalang kebisingan alam yang populer. 

Efek meredam sebagian besar disebabkan oleh gemerisik daun ditambah suara putih hutan lainnya, seperti nyanyian burung dan hanya beberapa pohon yang ditempatkan dengan baik dapat memotong suara latar sebesar 5 hingga 10 desibel, atau sekitar 50% yang didengar oleh telinga manusia.


Kasdi Weno : Bagaimana Hubungan Hutan dengan manusia maupun specise lain

Rohmat : Pohon tidak hanya menghasilkan buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian dan getah, tetapi juga memungkinkan terjadinya tumpah ruah berbagai makanan di lantai hutan, dari jamur yang dapat dimakan, beri dan kumbang hingga binatang buruan yang lebih besar seperti rusa, kalkun, kelinci, dan ikan.


Kasdi Weno: Bagaimana Proses Hutan menjaga agar tidak Banjir

Rohmat : Hutan seperti spons raksasa yang menyerap limpahan air daripada membiarkannya jatuh ke permukaan, tetapi tidak bisa menyerap semuanya. Air yang melewati akar di pohon akan menetes ke akuifer, mengisi kembali persediaan air tanah yang penting untuk minum, sanitasi, dan irigasi di seluruh dunia.


Kasdi Weno : Sejauh mana Hutan,Menampung Keanekaragaman Hayati di Bumi?

Rohmat Selamat : Hampir setengah dari spesies yang ada di bumi hidup di hutan, termasuk 80% keanekaragaman hayati di darat. Varietas itu sangat kaya di hutan hujan tropis, tetapi hutan penuh dengan kehidupan di sekitar planet ini. Serangga dan cacing menghasilkan nutrisi ke dalam tanah, lebah dan burung menyebarkan serbuk sari dan biji-bijian, dan spesies seperti serigala dan kucing besar menjaga herbivora yang lapar tetap terkendali. Keanekaragaman hayati adalah masalah besar, baik untuk ekosistem maupun ekonomi manusia, namun semakin terancam di seluruh dunia oleh deforestasi.


#Kasdi Weno  Majalah Padjadjaran Nusantara

Satu jam bersama ketua PWRI BOGOR RAYA Tentang Gerakan Menanam Satu Juta Pohon

Rabu, 17 Maret 2021

CV Global Karya Lakuakan Perawatan Jalan Di Ruas Jalan Pasir Ipis – Garehong




Leuwiliang  =  Ruas jalan Pasir Ipis – Garehong di STA 8,7  sedang dalam Pemeliharaan sepanjang 30 meter lebar 2,75 cm,pemeliharaan tersebut dilaksanakan oleh  CV Global Karya,Karena masih tanggung jawab CV Global Karya terang Dedih,saat wartawan mengkonfirmasi tentang pekerjaan(17/03/2021)di lokasi pengerjaan

Lebih lanjut Dedih menjelaskan "Masa Pemeliharaan adalah jangka waktu kontrak yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak, dihitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan. Masa Pemeliharaan di dalam Prepres 54 tahun 2010 beserta perubahannya hanya diberlakukan untuk Pekerjaan Konstruksi


Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan;

Penyedia Jasa pekerjaan Konstruksi dapat memilih untuk memberikan Jaminan Pemeliharaan atau memberikan retensi, sedangkan pekerjaan Jasa Lainnya wajib menyampaikan Jaminan Pemeliharaan;

Jika dalam rentang masa(enam bulan) pemeliharaan terdapat kerusakan maka Penyedia wajib memperbaiki dan segala biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan menjadi tanggungjawab penyedia;


Jadi semua pengerjaan ini baik pendanaan mau pengerjaan sepenuhnya tanggung jawab CV Global Karya, proses serah terima pekerjaan mencakup serah terima hasil pekerjaan pertama (PHO), kemudian masa pemeliharaan (warranty period), dan yang terakhir serah terima pekerjaan akhir (FHO) yang  dilakukan oleh Kontraktor CV Global Karya dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). "urai Dedih


Untuk itu pekerjaan perawatan/pemeliharaan ini harus betul betul sesuai dengan spec,di sebabkan pengerjaan ini tanggung jawab ahir dari CV Global Karya,dan kalau semua fik terahiradalah FHO Dengan PPK, di haraokan pekerjaan ini selsai seminggu kedepan"tutup Dedih

pewarta : Yusuf

Editor : Kasdi Botak


Selasa, 16 Maret 2021

H. Rizkan Sahfudin as Advisory Board of DPC PWRI KAB BOGOR Strengthening Organizational Formation




Bogor Regency.

Right on Tuesday, March 16, 2021, located on Jalan Pondok Rajeg, green patio shop no 1-2 Kel Tengah, Cibinong District, Bogor Regency-West Java 16914.


Head of DPC PWRI Rohmat Selamat SH Mkn,. Appointed H. Rizkan Sahfudin as an advisory board, aiming to strengthen the DPC PWRI Bogor Regency, so that in the future he can provide understanding and good ideas for DPC PWRI Bogor Regency, nothing more, what is I did it to make DPC PWRI Bogor Regency become good and become an institution that deserves to be taken into account in the increasingly advanced times, he said.


I decided on Tuesday, March 16, 2021 at 17:45 pm, starting today H. Rizkan Sahfudin officially becomes a part of DPC PWRI Bogor Regency with a letter of appointment and appointment of the DPC PWRI branch of Bogor Regency No: 015 / SK / PWRI / DPC.KAB .BOGOR / III / 2021. And hopefully in the future the PWRI of Bogor Regency will be even bigger and this friendship will not be broken at any time, that is the hope of the chairman of DPC PWRI Bogor Regency.


There was also an addition from the PWRI advisory board to fellow journalists who were present, still at the same location, the PWRI advisory board conveyed its message, I am very grateful to the PWRI chairman who has entrusted me to be accepted into the large DPC PWRI family of Bogor Regency. Of course, I hope that DPC PWRI Bogor Regency will always be compact and prosperous and can be in line and think together ,,, DPC PWRI Bogor Regency will always be victorious, that's how H. Rizkan Sahfudin concluded.


Journalist Jon Piter 

Editor :  Casidy Bald/PWRI

Sabtu, 13 Maret 2021

Warga Tenjolaya Bersama LSM GENPAR Tolak Penampungan Anjing Milik Wanita Bercadar.






Warga Desa Gunung Mulya, di dampingi LSM GENPAR melakukan Musyawarah dalam bentuk forum audensi dengan pemilik penampungan anjing, musyawarah berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Milik Kecamatan Tenjolaya kabupaten Bogor, Jum’at (12/03/2021).


“Andri Ketua Rw 06 mengatakan, Saya atas nama warga masyarakat tidak menerima keberadaan anjing anjing di wilayah kami mau dalam bentuk apapun mau itu penampungan atau peternakan atau apa aja yang pasti dengan ada nya anjing anjing di tempat nya suhesti menimbulkan banyak protes warga terhadap saya karena warga merasa resah dan terganggu dengan keberadaan penampungan anjing milik suhesti.



Pertemuan Warga dengan pemilik penampungan anjing berlangsung sangat alot karena Suhesti wanita bercadar memberikan keterangan yang berbelit serta diulang-ulang hingga membuat geram masyarakat dan LSM Genpar, Sambas Alamsyah Selaku Ketua umum Lsm Genpar sekaligus sebagai kuasa pendamping warga Rw 06 Desa Gunungmulya, Sambas Alamsyah geram dan akhirnya melakukan walkout.


“Sambas Alamsyah mengatakan, kami melakukan walk out, karena terlalu panjang cerita dan terlalu berbelit belit, harapan kami itu sudah kena benang merah, sebetulnya terkait solusi yang paling baik, namun kembali lagi kembali lagi, ini musyawarah yang menurut saya ini tidak efektif,”tutur Sambas Alamsyah.


“Adapun dari hasil audensi tadi apa yang sudah disampaikan hasil musyawarah setelah kami walk out, akan dilakukan pemindahan oleh badan karantina, harapan kami tidak memakan waktu lama.


“Meskipun begitu tetap akan melakukan monitoring dilapangan, jika dalam jangka waktu yang sudah ditentukan masih juga tidak ada itikad baik, kami dengan para santri sudah berkolaborasi, akan lakukan aksi besar-besaran di Wilayah Tenjolaya khususnya.,” pungkasnya.


Camat Tenjolaya Farid Ma’ruf menyatakan, bahwa Suhaesti bersedia untuk mengeluarkan anjing miliknya dari tempat kalau bahasa dia sih Green House, alhmdulillah keinginan warga bisa diakomodir,” ungkapnya.


Tadi kita minta bantu UPT peternakan untuk mencarikan tempat yang lain, atau koordinasi dengan Dinas badan karantina terkait anjing yang 70, saya harap minggu besok untuk bisa melangkah,” pungkasnya.

Kasdi Botak

Bupati Bogor Anugrahi Kades Cibanteng, Warso S.Sos Sertifikat Kepala Desa Teladan



Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan apresiasinya atas upaya penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor yang telah maksimal menerapkan Batas Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM) di Kabupaten Bogor periode 9-22 Februari 2021


Sehingga berhasil menekan angka penyebaran Covid-19 di Bogor. Hal tersebut disampaikan melalui Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Virtual PPKM Mikro PPKM di Posko Sekretariat Satgas Covid-19 di Kabupaten Bogor, 

Ade Yasin menjelaskan, ada 200 penerima penghargaan yang terdiri dari Kepala Desa, Kepala Desa, Petugas Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Ketertiban dan Keamanan Masyarakat (Bhabinkamtibmas), RT dan RW pada kategori contoh. “Melihat kerja keras dan upaya pengendalian Covid-19 di Bogor, mereka layak mendapatkan penghargaan tersebut,” kata Ade.


Sementara itu, saat wartawan berkunjung ke kediaman Warso S.Sos, Desa Cibanteng yang menerima Sertifikat Teladan Kepala Desa dari Bupati, ia menjelaskan, "Pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19 sudah menjadi tugas bersama. Respon Desa COVID-19 Tak terkecuali relawan, mereka juga berperan sebagai pengawal, paling terdepan di wilayah desa.



Warso mengatakan, sejak wabah Covid-19 merebak, pihaknya sudah melakukan tindakan pencegahan. Misalnya membangun Satgas yang terdiri dari Pemdes, BPD, LPMD, TP PKK, RT, RW, Linmas, hingga kader Posyandu, FKD, Bidan Desa, Pembantu Bidan, serta bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas.


“Secara umum ada dua bidang kerja dalam Satgas, yakni sosialisasi hidup bersih dan sehat, serta kegiatan kebersihan lingkungan untuk menghindari bahaya virus corona,” ujarnya.


Desa Cibanteng juga sudah mencatatkan data warga yang berpindah-pindah. Ini untuk memudahkan pencegahan masuknya virus ke area tersebut. Untuk mendukung itu, didirikan posko pemantauan dan pencegahan yang dipelihara secara bergilir oleh Pemerintah Desa, Lembaga Desa, Linmas, RT, RW, dan di jaga Ketat. ”



Kasdi Botak